Sabtu, 17 Juli 2010

Apakah anda seorang muslim?

Ada bahan renungan yang cukup banyak disekitar kita untuk menjadi alat intropeksi bagi diri kita. Salah satu diantaranya adalah mengapa hingga saat ini negeri kita yang sangat kita cintai ini belum juga mencapai suatu negeri yang makmur, gemah ripah loh jinawi tanah air Indonesia koq belum dapat mengantarkan penduduknya pada kondisi susahnya membayar zakat karena tiadanya mustahiq.Justru sebaliknya, penduduknya susah membayar zakat karena memang kebanyakan berada pada keadaan yang mustahiq.Ironis bukan ?
Umat Islam di Indonesia yang secara kuantitas merupakan mayoritas belum dapat memberikan dampak pada sejahteranya rakyat Indonesia secara menyeluruh.Adakah yang salah dalam kondisi ini? Mari kita evaluasi satu persatu.Jikalau muslim Indonesia ini benar-benar mu'min, mau secara istiqomah dan konsekuen menjalankan ajaran-ajaran Al-Quran, penulis yakin haqul yakin, pastilah janji Allah untuk membukakan pintu barokah dari langit dan bumi yang menyebabkan terciptanya negeri yang baldatun thoyibatun warafun ghofur,negeri yang subur dan membuat rakyatnya makmur niscaya akan terwujud.Sekarang salah satu problemnya adalah konsistensi dan istiqomahnya para muslim di negeri kita ini masih mendapatkan rapor merah.(siapa yang kasih nilai yahh?). Hanya sebagian kecil dari muslimin Indonesia yang masih istiqomah.Tingkat kepemahaman muslimin Indonesia terhadap ajaran Al-Quran masih sangat perlu untuk ditingkatkan.Sosok idola muslimin Indonesia banyak yang salah kaprah.Padahal sudah jelas dikatakan bahwa uswah terbaik hanyalah Rasulullah Muhammad Saw.Tapi apa yang terjadi dengan generasi muda muslim Indonesia?Mereka banyak mengidolakan artis-artis yang ternyata perilakunya jauh dari norma-norma kesusilaan sosial apalagi norma agama.Ini yang harus kita luruskan.
Kita harus runut dari awal kualitas muslimin Indonesia ini.Rasulullah bersabda "bangunan Islam itu didirikan diatas lima perkara : syahadatain,sholat,zakat,shaoum Ramadhan dan haji"(maaf penulis ringkas matan haditsnya).
Dari hadits tadi kita lihat bahwa sebelum mendirikan sholat,bayar zakat dan seterusnya , syahadat dulu yang harus kita tegakkan.Itu kalau mengikuti konsep Rasulullah (ingat yang bersabda tentang bangunan Islam tadi sumbernya dari Rasulullah).Lantas sebagian dari kita akan menyanggah,kita khan sudah Islam sejak lahir, orang tua kita Islam, masak kita harus bersahadat lagi.Gak lucu lah yauww...Terus yang lain akan berkata "mana dalilnya atau haditsnya yang menyuruh kita untuk bersahadat karena kita khan sudah Islam dari sononya (maksudnya Islam keturunan).
Pembaca yang budiman,kalau kita memperhatikan hadits diatas dengan jeli, pelan-pelan diresapi,dihayati bunyi hadits tersebut,kita akan mendapati kenyataan bahwa ternyata dalam konteks hadits yang saya ringkas matan-nya tadi tidak ada sedikitpun pengecualian sekali lagi tidak ada pengecualian-bagi siapapun bagi orang yang ingin menegakkan bangunan Islam (menjadi muslim:mau muslim keturunan ataupun muslim karena mualaf),suka tidak suka,harus melewati fase pengakuan "bahwa aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah".Terserah siapa yang akan diyakini sebagai saksinya. Ada yang mengatakan cukuplah Allah menjadi saksi, ada yang berpendapat harus ada ulama atau orang lain yang harus menjadi saksi.
Intinya adalah jikalau awal kita bertindak sudah salah arah maka tindakan selanjutnya akan berdampak semakin salah pula.Banyak muslimin yang sudah menjalankan sholat tapi mengapa kemungkaran dan kemaksiatan masih banyak dilakukan oleh pelaku sholat tersebut.Padahal Allah sudah berkata: "Sesungguhnya sholat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar".Berarti dalam hal ini ada yang salah terhadap pemahaman sholatnya.Banyak muslimin yang mengerjakan shoum Ramadhan, tapi mengapa setelah Ramadhan usai, iman dan ketakwaannya tidak meningkat.Padahal sasaran daripada shoum adalah agar kita,mu'minin,menjadi insan yang bertakwa(Qs.Al-Baqarah-183).
Hal-hal tersebut diatas terjadi karena dari awal keislaman seseorang belum bersyahadat secara benar serta belum faham akan makna dan konsekwensi syadahadat.
Oleh karena itu saudaraku muslimin,marilah bertanya kembali pada diri kita : Apakah kita benar-benar seorang muslim ? Sudahkah kita bersyahadat untuk kemusliman kita.Siapapun saksinya. Marilah kita lafazkan "Asyhadu anlaa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.
Wallahu 'alam bishowab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar